Komplikasi Diabetes pada Mata, Ginjal, Saraf, Jantung dan Kaki
INFAKTUAL.COM – Komplikasi diabetes dapat berkembang ketika kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang merusak pembuluh darah dan saraf. WHO menyebut diabetes dapat berdampak pada jantung, mata, ginjal, saraf, dan berbagai sistem tubuh lainnya.
Namun, komplikasi bukan sesuatu yang pasti terjadi pada semua penderita diabetes. Pengelolaan gula darah, tekanan darah dan faktor risiko lain, disertai pemeriksaan rutin, dapat membantu mencegah atau menunda masalah kesehatan.
Karena itu, diabetes perlu dipantau bahkan ketika seseorang merasa tidak mengalami keluhan.
Diabetes dan Penyakit Jantung
Diabetes meningkatkan risiko penyakit pada jantung dan pembuluh darah.
CDC menyatakan penderita diabetes memiliki risiko penyakit jantung atau stroke lebih tinggi dibandingkan orang tanpa diabetes.
Selain gula darah, tekanan darah dan kolesterol menjadi faktor penting yang perlu dikelola untuk mengurangi risiko kardiovaskular. NIDDK menekankan pengendalian gula darah, tekanan darah, dan kolesterol sebagai bagian pencegahan komplikasi.
Komplikasi Diabetes pada Mata
Diabetes dapat menyebabkan kelompok penyakit mata seperti retinopati diabetik, edema makula diabetik, katarak, dan glaukoma.
Mengenai retinopati, kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah kecil di bagian belakang mata. Kerusakan tersebut dapat menyebabkan kebocoran cairan, pembengkakan, hingga pertumbuhan pembuluh darah abnormal.
Akibatnya, penglihatan dapat terganggu apabila komplikasi berkembang.
Pemeriksaan Mata Penting Meski Belum Ada Keluhan
CDC menekankan pentingnya deteksi dini retinopati karena kerusakan dapat berkembang sebelum pasien menyadari perubahan penglihatan.
Untuk diabetes tipe 2, CDC menyarankan pemeriksaan mata saat diagnosis. Sementara itu, rekomendasi pada diabetes tipe 1 memiliki waktu awal yang berbeda. Jadwal selanjutnya perlu ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan rekomendasi tenaga kesehatan.
Karena itu, menunggu pandangan kabur bukan strategi terbaik untuk skrining komplikasi mata.
Komplikasi Diabetes pada Ginjal
Ginjal memiliki jaringan pembuluh darah kecil yang dapat mengalami kerusakan akibat gula darah tinggi.
NIDDK menjelaskan hiperglikemia dapat merusak pembuluh darah ginjal sehingga kemampuan organ tersebut bekerja menurun. Selain itu, tekanan darah tinggi yang sering ditemukan bersama diabetes dapat semakin membebani ginjal.
Penyakit ginjal akibat diabetes dapat berkembang tanpa gejala yang jelas pada fase awal. Oleh sebab itu, pemeriksaan rutin menjadi penting.
CDC memasukkan pemeriksaan ginjal sebagai bagian dari jadwal perawatan berkala bagi orang dengan diabetes.
Kerusakan Saraf atau Neuropati Diabetik
Neuropati diabetik merupakan kerusakan saraf yang terjadi pada orang dengan diabetes.
Gejalanya berbeda tergantung saraf yang terpengaruh. NIDDK menyebut keluhan dapat berupa rasa sakit, kesemutan, mati rasa pada kaki, hingga gangguan fungsi organ tertentu.
Neuropati perifer paling sering memengaruhi kaki dan tungkai, meskipun tangan dan lengan juga dapat terlibat.
Akibatnya, seseorang mungkin tidak menyadari adanya luka kecil pada kaki.
Mengapa Kaki Penderita Diabetes Perlu Diperhatikan?
Kerusakan saraf dapat mengurangi kemampuan merasakan nyeri atau tekanan pada kaki.
Selain itu, gangguan aliran darah dapat membuat luka lebih sulit pulih. NIDDK menjelaskan luka atau lecet yang tidak terasa dapat berkembang menjadi infeksi.
Dalam kondisi berat, komplikasi kaki diabetes dapat meningkatkan risiko amputasi. CDC karena itu menekankan pemeriksaan kaki dan perawatan dini.
Namun, banyak komplikasi kaki serius dapat dicegah atau ditangani lebih dini melalui pemeriksaan teratur.
Luka Kecil Jangan Diabaikan
Orang dengan diabetes sebaiknya memperhatikan luka, perubahan warna kulit, bengkak, lecet, atau perubahan sensasi pada kaki.
Hal tersebut terutama penting bagi orang yang sudah mengalami neuropati.
CDC menyarankan pemeriksaan kaki secara rutin oleh penyedia layanan kesehatan dan pemeriksaan komprehensif secara berkala.
Namun, frekuensi pemeriksaan dapat lebih sering pada pasien dengan riwayat masalah kaki atau kerusakan saraf.
Komplikasi Tidak Hanya Menyerang Lima Organ
Meskipun mata, ginjal, saraf, jantung, dan kaki menjadi komplikasi yang paling dikenal, diabetes juga dapat memengaruhi kesehatan mulut, pendengaran, pencernaan, hati, sistem imun, dan otak.
Oleh karena itu, pengelolaan diabetes tidak hanya berkaitan dengan satu angka gula darah.
Pemantauan kesehatan menyeluruh menjadi bagian penting dari pengobatan jangka panjang.
Bagaimana Mengurangi Risiko Komplikasi?
WHO menyatakan komplikasi diabetes dapat dicegah atau ditunda melalui kombinasi pola makan, aktivitas fisik, pengobatan, serta skrining dan pengobatan komplikasi secara teratur.
Selain itu, NIDDK menekankan pengendalian gula darah, tekanan darah, dan kolesterol untuk membantu mencegah masalah kesehatan di masa depan.
Karena itu, pasien tidak sebaiknya menghentikan obat atau mengganti terapi tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Pemeriksaan Berkala Tetap Dibutuhkan
CDC mencantumkan HbA1c, pemeriksaan ginjal, kolesterol, mata, dan kaki sebagai bagian dari jadwal perawatan diabetes. Frekuensinya dapat berbeda tergantung apakah target pengobatan tercapai dan apakah sudah terdapat komplikasi.
Sebagai contoh, HbA1c dapat diperiksa lebih sering ketika terapi berubah atau target gula darah belum tercapai. Sebaliknya, interval dapat lebih panjang pada pasien yang stabil sesuai arahan dokter.
Oleh sebab itu, jadwal pemeriksaan sebaiknya dibuat secara individual.
Gula Darah Terkontrol Membantu Menurunkan Risiko
Penelitian jangka panjang telah menunjukkan pengendalian gula darah dapat mengurangi risiko komplikasi mikrovaskular tertentu pada diabetes.
NIDDK mencatat penelitian Diabetes Control and Complications Trial pada diabetes tipe 1 menunjukkan pengendalian glukosa yang lebih baik secara signifikan menurunkan risiko penyakit mata, ginjal, dan saraf.
Namun, target gula darah harus disesuaikan dengan kondisi pasien karena target yang terlalu agresif tidak selalu tepat untuk semua orang.
Komplikasi Diabetes Bisa Dicegah atau Ditunda
Pada akhirnya, komplikasi diabetes memang dapat memengaruhi banyak organ tubuh, tetapi diagnosis diabetes bukan berarti komplikasi pasti terjadi.
Pemantauan gula darah, tekanan darah dan kolesterol, penggunaan obat sesuai rekomendasi, pola makan yang sesuai, aktivitas fisik, serta pemeriksaan mata, ginjal, saraf dan kaki dapat membantu menekan risiko.
Selain itu, perubahan baru pada penglihatan, luka kaki, kesemutan menetap, pembengkakan, atau keluhan lain sebaiknya tidak diabaikan dan perlu diperiksa.
Sumber eksternal: WHO – Diabetes, CDC – Diabetes Complications, NIDDK – Diabetic Eye Disease, NIDDK – Diabetic Kidney Disease, NIDDK – Diabetic Neuropathy, Kemenkes – Komplikasi Diabetes Melitus. Kementerian Kesehatan juga mengidentifikasi neuropati, nefropati, masalah mata dan komplikasi kaki sebagai konsekuensi diabetes yang tidak terkontrol.













