9 Ciri-Ciri Diabetes Tahap Awal yang Sering Tidak Disadari
INFAKTUAL.COM – Ciri-ciri diabetes tidak selalu muncul secara jelas. Terutama pada diabetes tipe 2, gejala dapat berkembang perlahan selama bertahun-tahun sehingga seseorang mungkin sudah mengalami kadar gula darah tinggi tanpa menyadarinya. WHO menyebut gejala diabetes tipe 2 cenderung lebih ringan dibandingkan diabetes tipe 1.
Namun, sejumlah tanda dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan gula darah. Kementerian Kesehatan memasukkan sering buang air kecil, cepat merasa lapar, dan sering haus sebagai gejala utama diabetes melitus. Selain itu, penurunan berat badan tanpa penyebab jelas, kesemutan, serta luka sulit sembuh termasuk keluhan tambahan.
Meskipun demikian, kemunculan satu atau beberapa keluhan tersebut tidak otomatis memastikan diabetes. Diagnosis memerlukan pemeriksaan gula darah di fasilitas kesehatan.
1. Sering Buang Air Kecil
Salah satu ciri-ciri diabetes yang paling dikenal adalah peningkatan frekuensi buang air kecil. Kementerian Kesehatan mencantumkan kondisi ini sebagai salah satu gejala utama diabetes melitus.
Selain itu, WHO juga memasukkan kebutuhan untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya sebagai salah satu gejala diabetes.
Namun, sering buang air kecil juga dapat muncul akibat berbagai kondisi lain. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan tetap diperlukan jika keluhan berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain.
2. Sering Merasa Haus
Selain sering buang air kecil, rasa haus berlebihan menjadi tanda lain yang perlu diperhatikan.
WHO menyebut rasa sangat haus sebagai salah satu gejala diabetes. Kementerian Kesehatan juga memasukkannya dalam tiga gejala utama bersama sering buang air kecil dan cepat merasa lapar.
Meskipun demikian, rasa haus saja tidak cukup untuk menentukan diagnosis. Aktivitas fisik, cuaca panas, konsumsi makanan tertentu, hingga kondisi kesehatan lain juga dapat meningkatkan kebutuhan cairan.
3. Cepat Merasa Lapar
Cepat merasa lapar juga dapat muncul pada diabetes. Kementerian Kesehatan mengelompokkannya sebagai salah satu gejala utama diabetes melitus.
Mengenai mekanismenya, diabetes berkaitan dengan gangguan produksi insulin atau kemampuan tubuh menggunakan insulin secara efektif. Akibatnya, pengaturan glukosa sebagai sumber energi mengalami gangguan.
Namun, rasa lapar berlebihan memiliki banyak kemungkinan penyebab sehingga tetap perlu dinilai bersama keluhan dan hasil pemeriksaan lainnya.
4. Berat Badan Turun Tanpa Penyebab Jelas
WHO mencantumkan penurunan berat badan yang tidak disengaja sebagai salah satu gejala diabetes. Kementerian Kesehatan juga memasukkan berat badan turun cepat tanpa penyebab jelas sebagai gejala tambahan.
Namun, penurunan berat badan yang tidak direncanakan dapat terjadi pada banyak kondisi kesehatan selain diabetes.
Oleh sebab itu, perubahan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebaiknya diperiksakan, bukan digunakan untuk melakukan diagnosis mandiri.
5. Tubuh Mudah Lelah
Rasa lelah menjadi keluhan lain yang dapat ditemukan pada diabetes. WHO mencantumkan kelelahan sebagai salah satu gejala penyakit tersebut.
Meskipun demikian, kelelahan merupakan gejala yang sangat umum. Kurang tidur, aktivitas berat, stres, anemia, infeksi, dan berbagai kondisi lain juga dapat menyebabkan keluhan serupa.
Karena itu, kombinasi beberapa gejala lebih penting diperhatikan daripada hanya satu keluhan.
6. Penglihatan Menjadi Kabur
Perubahan penglihatan juga dapat berkaitan dengan kadar gula darah.
WHO memasukkan penglihatan kabur sebagai gejala diabetes. Selain itu, NIDDK menjelaskan kadar glukosa tinggi dapat mengubah kadar cairan atau menyebabkan pembengkakan pada jaringan mata sehingga kemampuan fokus dapat terganggu.
Dalam jangka panjang, diabetes yang tidak terkendali juga dapat merusak pembuluh darah pada retina.
Oleh karena itu, perubahan penglihatan pada penderita diabetes perlu mendapat perhatian medis.
7. Luka Sulit Sembuh
Kementerian Kesehatan memasukkan luka yang sulit sembuh sebagai salah satu gejala tambahan diabetes.
Selain itu, diabetes dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf dan gangguan aliran darah pada kaki. Luka kecil kemudian dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius apabila tidak diketahui atau tidak dirawat.
Namun, luka yang lambat sembuh tidak selalu disebabkan diabetes. Pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
8. Kesemutan atau Mati Rasa
Kesemutan juga tercantum dalam informasi gejala diabetes Kementerian Kesehatan.
Pada orang yang sudah lama mengalami diabetes, kerusakan saraf atau neuropati dapat menyebabkan kesemutan, rasa sakit, atau berkurangnya sensasi, terutama pada kaki.
Namun, kesemutan memiliki banyak penyebab lain. Karena itu, seseorang tidak sebaiknya langsung menyimpulkan diabetes hanya berdasarkan keluhan tersebut.
9. Keluhan Kulit atau Infeksi yang Berulang
Kementerian Kesehatan juga mencantumkan keluhan seperti gatal pada area genital pada perempuan sebagai salah satu gejala tambahan yang dapat ditemukan pada diabetes.
Selain itu, CDC menjelaskan diabetes dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh dan meningkatkan risiko sejumlah masalah kesehatan.
Karena itu, keluhan yang berulang dan tidak membaik perlu dinilai oleh tenaga kesehatan, terutama apabila disertai sering haus, sering buang air kecil, atau perubahan berat badan.
Diabetes Tipe 2 Bisa Tanpa Gejala
Hal terpenting yang perlu dipahami adalah tidak semua orang dengan diabetes menunjukkan ciri yang jelas.
WHO menyebut gejala diabetes tipe 2 dapat sangat ringan dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dikenali. Akibatnya, penyakit dapat ditemukan setelah komplikasi telah berkembang.
Oleh karena itu, menunggu munculnya ciri-ciri diabetes bukan strategi terbaik bagi orang yang memiliki faktor risiko.
Pemeriksaan Gula Darah Tetap Menjadi Penentu
Diagnosis diabetes dapat dilakukan melalui pemeriksaan HbA1c, gula darah puasa, tes toleransi glukosa oral, maupun gula darah sewaktu dalam kondisi tertentu. ADA menyatakan pemeriksaan biasanya perlu diulang pada hari berbeda, kecuali terdapat kadar gula sangat tinggi atau gejala klasik disertai hasil positif.
Mengenai batas lengkap gula darah, pembaca dapat diarahkan ke artikel pendamping Infaktual “Gula Darah Normal Berapa?” yang berada dalam cluster diabetes ini.
Jangan Mendiagnosis Diabetes dari Gejala Saja
Pada akhirnya, ciri-ciri diabetes dapat membantu masyarakat mengenali kapan pemeriksaan perlu dilakukan.
Namun, sering haus, sering buang air kecil, cepat lapar, lelah, pandangan kabur, penurunan berat badan, kesemutan, maupun luka sulit sembuh tidak bersifat khusus untuk diabetes.
Karena itu, hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi tenaga kesehatan tetap menjadi dasar diagnosis.
Sumber eksternal: WHO – Diabetes, Kemenkes – Mengenal Gejala Diabetes Melitus, ADA – Diabetes Diagnosis, NIDDK – Diabetic Neuropathy.
Internal link Infaktual: Pola Makan Diabetes, Waspada Lonjakan Gula Darah Pasca Lebaran.













