Makanan untuk Penderita Diabetes: Panduan Porsi dan Pilihan Sehat
INFAKTUAL.COM – Makanan untuk penderita diabetes tidak berarti harus menghilangkan seluruh karbohidrat atau hanya mengonsumsi menu tertentu. NIDDK menjelaskan orang dengan diabetes tetap dapat menikmati berbagai makanan, tetapi porsi, frekuensi, jenis karbohidrat, dan kesesuaian dengan obat perlu diperhatikan.
Selain itu, tidak ada satu pola makan yang cocok untuk seluruh penderita diabetes. Rencana makan perlu menyesuaikan obat, aktivitas, kondisi kesehatan lain, dan kebutuhan nutrisi individu.
Karena itu, pola makan diabetes lebih tepat dipahami sebagai pengaturan makanan secara menyeluruh daripada daftar panjang makanan yang sepenuhnya “boleh” atau “dilarang”.
Gunakan Metode Piring
Salah satu cara sederhana menyusun makanan untuk penderita diabetes adalah plate method atau metode piring.
NIDDK merekomendasikan setengah piring diisi sayuran nontepung seperti sayuran berdaun hijau, wortel, paprika, atau buncis. Selanjutnya, seperempat piring diisi makanan sumber karbohidrat tinggi serat, sedangkan seperempat lainnya diisi protein.
CDC juga menggunakan pembagian serupa untuk membantu mengontrol porsi.
Setengah Piring: Sayuran Nontepung
Sayuran dapat menjadi komponen terbesar dalam piring.
Contohnya dapat berupa bayam, sawi, brokoli, buncis, wortel, kol, terong, mentimun, atau sayuran lain sesuai ketersediaan.
Selain itu, cara memasak juga penting. Makanan yang dipenuhi saus tinggi gula, lemak, atau garam dapat mengubah profil gizinya.
Seperempat Piring: Protein
Seperempat piring berikutnya dapat diisi protein seperti ikan, ayam tanpa banyak lemak, telur, tahu, tempe, atau sumber protein lain.
NIDDK memasukkan ikan, daging tanpa banyak lemak, produk kedelai, dan sumber protein lain sebagai bagian metode piring.
Dengan demikian, makanan tradisional Indonesia tetap dapat digunakan tanpa harus bergantung pada produk khusus berlabel “diabetes”.
Seperempat Piring: Karbohidrat
Penderita diabetes tidak otomatis harus berhenti makan nasi atau semua karbohidrat.
Namun, karbohidrat akan dipecah menjadi glukosa sehingga jenis dan jumlahnya perlu diperhitungkan. NIDDK menyarankan pilihan sumber karbohidrat yang lebih tinggi serat seperti beras merah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, atau buah dalam porsi yang sesuai.
Selain itu, CDC menjelaskan penghitungan karbohidrat dapat membantu sebagian penderita diabetes, terutama mereka yang menggunakan insulin saat makan.
Apakah Penderita Diabetes Boleh Makan Buah?
Buah tidak harus dihapus dari pola makan diabetes.
NIDDK memasukkan buah sebagai salah satu sumber karbohidrat yang dapat menjadi bagian pola makan sehat. Namun, karena buah mengandung karbohidrat, porsinya tetap perlu diperhitungkan.
Sebaliknya, minuman buah dengan tambahan gula atau minuman manis memiliki karakter berbeda dari buah utuh.
NIDDK menyarankan minuman dengan sedikit atau tanpa tambahan gula, seperti air putih dan minuman tanpa pemanis.
Batasi Minuman Tinggi Gula
Minuman manis dapat menjadi sumber gula tambahan yang mudah dikonsumsi dalam jumlah besar.
NIDDK merekomendasikan mengurangi minuman manis seperti soda, jus dengan gula tambahan, kopi berperisa manis, dan minuman olahraga tertentu.
Kementerian Kesehatan juga mendorong pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak dalam pola makan sehari-hari.
Selain itu, air putih menjadi pilihan sederhana karena tidak menambahkan karbohidrat atau gula ke dalam makanan.
Serat Menjadi Bagian Penting
Kementerian Kesehatan menganjurkan makanan tinggi serat seperti sayuran hijau, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh dalam pola makan diabetes.
Selain itu, NIDDK memasukkan makanan kaya serat sebagai pilihan dalam bagian karbohidrat metode piring.
Namun, kebutuhan setiap pasien berbeda. Misalnya, orang yang juga memiliki penyakit ginjal mungkin memerlukan penyesuaian pola makan tertentu berdasarkan rekomendasi dokter atau ahli gizi.
Porsi Sama Pentingnya dengan Jenis Makanan
Makanan yang dianggap sehat tetap dapat memengaruhi gula darah apabila dikonsumsi dalam porsi yang tidak sesuai kebutuhan.
Karena itu, NIDDK menekankan metode piring sebagai cara sederhana mengendalikan ukuran porsi.
Kementerian Kesehatan juga mengenalkan prinsip pengaturan jumlah, jenis, dan jadwal atau pendekatan “3J” dalam edukasi pola makan diabetes.
Dengan demikian, fokus pola makan tidak hanya pada satu bahan tertentu.
Tidak Ada Makanan Ajaib Penurun Gula Darah
Klaim mengenai satu makanan, rempah, atau suplemen yang disebut dapat “menyembuhkan” diabetes perlu diperiksa dengan hati-hati.
NIDDK menyatakan belum ada bukti jelas bahwa makanan, herbal, rempah, vitamin, atau suplemen tertentu secara khusus dapat mengelola diabetes sebagai pengganti terapi yang direkomendasikan. Selain itu, suplemen dapat menimbulkan efek samping atau berinteraksi dengan obat.
Karena itu, obat diabetes tidak seharusnya dihentikan hanya karena seseorang mulai mengonsumsi produk tertentu.
Waktu Makan Bisa Bergantung pada Obat
Jadwal makan juga dapat menjadi penting bagi penderita diabetes tertentu.
NIDDK menjelaskan waktu makan perlu disesuaikan antara lain dengan jenis obat, aktivitas fisik, jadwal kerja, serta penyakit lain. Beberapa obat diabetes dan insulin dapat meningkatkan risiko gula darah terlalu rendah apabila makan ditunda atau dilewatkan.
Oleh karena itu, aturan makan sebaiknya tidak disamaratakan untuk semua pasien.
Menu Indonesia Tetap Bisa Digunakan
Pola makan diabetes tidak harus mahal atau menggunakan produk impor.
Prinsipnya dapat diterapkan pada bahan makanan sehari-hari: memperbanyak sayuran, memilih sumber protein, mengatur porsi nasi atau sumber karbohidrat lain, serta membatasi minuman dengan tambahan gula.
Selain itu, tahu, tempe, ikan, telur, sayur, kacang-kacangan, dan buah dalam porsi sesuai kebutuhan tetap dapat masuk ke dalam pola makan seimbang.
Namun, rencana makan individual sebaiknya dibicarakan dengan ahli gizi atau tenaga kesehatan, terutama ketika pasien menggunakan insulin atau memiliki penyakit penyerta.
Kesimpulan
Pada akhirnya, makanan untuk penderita diabetes bukan soal menghindari seluruh makanan favorit.
Metode piring menyediakan pendekatan sederhana: setengah sayuran nontepung, seperempat protein, dan seperempat sumber karbohidrat. Selain itu, pilihan minuman tanpa tambahan gula dan pengaturan porsi membantu membentuk pola makan yang lebih terstruktur.
Namun, rencana makan terbaik tetap bersifat individual dan perlu menyesuaikan pengobatan serta kondisi kesehatan.
Sumber eksternal: NIDDK – Healthy Living with Diabetes, CDC – Diabetes Meal Planning, Kemenkes – Pola Makan Diabetes.
Internal link Infaktual: Tag Makanan Diabetes, Tag Pola Makan Diabetes, dan Waspada Lonjakan Gula Darah Pasca Lebaran.













