Gempa Susulan Simalungun M6,4, Ini Hasil Pemantauan BMKG
INFAKTUAL.COM – Gempa susulan Simalungun belum terdeteksi pada periode awal pemantauan setelah gempa utama M6,4. BMKG menyatakan hingga pukul 18.16 WIB pada Sabtu, 15 Agustus 2026, monitoring belum menunjukkan aktivitas aftershock.
BMKG Terus Melakukan Monitoring
Meskipun belum terdeteksi pada waktu tersebut, BMKG menegaskan pemantauan aktivitas gempa susulan tetap dilanjutkan. Selain itu, informasi akan diperbarui apabila jaringan sensor merekam aktivitas baru.
Karena itu, informasi “belum ada gempa susulan” bukan berarti kemungkinan gempa berikutnya dapat dikesampingkan sepenuhnya.
Jangan Mengandalkan Informasi Lama
Mengenai pembaruan gempa, masyarakat perlu memperhatikan waktu rilis setiap informasi. Data gempa dapat diperbarui setelah analisis lanjutan, seperti yang terjadi pada gempa Simalungun ketika kedalaman awal 163 kilometer diperbarui menjadi 168 kilometer.
Pembaca dapat menggunakan panduan Aplikasi Info BMKG untuk memantau gempa real-time agar lebih mudah memeriksa informasi resmi.
Belajar dari Aktivitas Gempa Susulan NTT
Sebaliknya, rangkaian gempa Nagekeo menunjukkan aktivitas aftershock dapat berkembang cepat. Infaktual mencatat laporan BMKG mengenai 111 gempa susulan NTT setelah gempa utama M7,7.
Namun, kondisi tersebut tidak boleh langsung disamakan dengan Simalungun karena setiap sumber gempa memiliki karakter berbeda.
Selain itu, keluarga dapat menyiapkan Tas Siaga Bencana sebelum kondisi darurat terjadi.
Pada akhirnya, status gempa susulan Simalungun harus mengikuti data terbaru BMKG. Informasi resmi pukul 18.16 WIB pada 15 Agustus menyatakan belum terdeteksi aftershock, sementara monitoring tetap berlanjut.
Sumber: BMKG
