Update Dampak Gempa Simalungun M6,4, BPBD Cek 32 Kecamatan
INFAKTUAL.COM – Dampak gempa Simalungun M6,4 telah diperiksa BPBD Kabupaten Simalungun setelah guncangan terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Hasil pemantauan tidak menemukan dampak maupun kerusakan yang membahayakan masyarakat.
Pemantauan Menjangkau 32 Kecamatan
BPBD melakukan pemantauan yang mencakup 32 kecamatan, 386 nagori atau desa, serta 27 kelurahan di Kabupaten Simalungun. Dengan cakupan tersebut, petugas menyimpulkan tidak terdapat kerusakan yang membahayakan masyarakat akibat gempa.
Sebelumnya, BNPB menyatakan personel gabungan melakukan asesmen untuk mengetahui kemungkinan dampak maupun korban setelah gempa. Unsur yang terlibat mencakup BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri.
Guncangan Tetap Terasa Kuat
Meskipun pemantauan tidak menemukan kerusakan membahayakan, guncangan dilaporkan kuat. Di Simalungun, Medan, dan Pakpak Bharat, gempa terasa sekitar 30 detik.
Karena itu, warga tetap perlu memeriksa bagian bangunan yang retak atau berubah setelah gempa. Infaktual memiliki panduan P3K dasar pascagempa untuk kesiapsiagaan keluarga.
BMKG Minta Warga Menghindari Bangunan Rusak
BMKG meminta masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Selain itu, masyarakat diminta tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Pada akhirnya, dampak gempa Simalungun berdasarkan pemantauan BPBD tidak menunjukkan kerusakan yang membahayakan. Namun, kesiapsiagaan tetap diperlukan karena gempa merupakan peristiwa yang tidak dapat diprediksi waktunya secara tepat.
Sumber: ANTARA Sumut | BNPB
