Daftar 22 Wilayah Siaga dan Waspada Tsunami Usai Gempa M7,7 NTT
INFAKTUAL.COM – Sebanyak 22 wilayah sempat masuk status Siaga dan Waspada tsunami setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang kawasan Mbay-Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. Berdasarkan pemutakhiran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), delapan wilayah berada dalam kategori Siaga, sedangkan 14 daerah lainnya berstatus Waspada.
Wilayah tersebut tersebar di Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, serta Sulawesi Tenggara. Namun, status tersebut merupakan kondisi selama fase peringatan dini. BMKG kemudian menyatakan peringatan tsunami akibat gempa M7,7 itu telah berakhir pada pukul 07.31.30 WIB.
Mengenai sumber gempa, BMKG mencatat pusat guncangan berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay-Nagekeo pada kedalaman 15 kilometer. Parameter gempa diperbarui menjadi magnitudo 7,7 setelah analisis lanjutan dilakukan.
8 Wilayah Berstatus Siaga Tsunami
Berdasarkan pemutakhiran peringatan dini tsunami BMKG yang dirilis pukul 06.28.39 WIB, delapan wilayah masuk kategori Siaga. Lima di antaranya berada di Nusa Tenggara Timur, sedangkan tiga lainnya berada di Sulawesi Selatan.
Berikut daftar lengkap wilayah Siaga dan Waspada tsunami berdasarkan pemodelan BMKG:
Status Siaga
- Manggarai bagian utara, NTT – estimasi waktu tiba 05.02 WIB
- Ngada bagian utara, NTT – estimasi waktu tiba 05.02 WIB
- Manggarai Barat bagian utara, NTT – estimasi waktu tiba 05.03 WIB
- Selayar, Sulawesi Selatan – estimasi waktu tiba 05.04 WIB
- Ende bagian utara, NTT – estimasi waktu tiba 05.05 WIB
- Sikka bagian utara, NTT – estimasi waktu tiba 05.13 WIB
- Jeneponto, Sulawesi Selatan – estimasi waktu tiba 05.15 WIB
- Bantaeng, Sulawesi Selatan – estimasi waktu tiba 05.46 WIB
Status Waspada
- Pulau Ende, NTT – estimasi waktu tiba 05.03 WIB
- Pulau Sikka, NTT – estimasi waktu tiba 05.07 WIB
- Bima Pulau Sangiang, NTB – estimasi waktu tiba 05.09 WIB
- Bima Pulau Gili, NTB – estimasi waktu tiba 05.12 WIB
- Kota Bima bagian utara, NTB – estimasi waktu tiba 05.14 WIB
- Flores Timur bagian utara, NTT – estimasi waktu tiba 05.15 WIB
- Dompu bagian utara, NTB – estimasi waktu tiba 05.19 WIB
- Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara – estimasi waktu tiba 05.40 WIB
- Takalar, Sulawesi Selatan – estimasi waktu tiba 05.43 WIB
- Bone, Sulawesi Selatan – estimasi waktu tiba 05.54 WIB
- Wajo, Sulawesi Selatan – estimasi waktu tiba 06.01 WIB
- Luwu bagian timur, Sulawesi Selatan – estimasi waktu tiba 06.36 WIB
- Luwu bagian utara, Sulawesi Selatan – estimasi waktu tiba 06.39 WIB
- Kota Palopo, Sulawesi Selatan – estimasi waktu tiba 06.41 WIB.
Daftar serupa juga dilaporkan Metro TV News, yang mencatat delapan kawasan berstatus Siaga dan 14 daerah berstatus Waspada.
Apa Arti Status Siaga Tsunami?
Mengenai kategori Siaga, BMKG mengarahkan pemerintah provinsi, kabupaten, atau kota yang masuk status tersebut untuk memperhatikan peringatan dan segera mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi.
Selain itu, dalam siaran pers awal gempa Nagekeo, BMKG menjelaskan kategori Siaga berkaitan dengan hasil pemodelan tsunami pada kisaran 0,5 hingga 3 meter. Karena itu, arahan evakuasi menjadi bagian penting dalam respons awal ketika suatu kawasan ditetapkan dalam kategori tersebut.
Meskipun demikian, angka hasil pemodelan bukan berarti setiap bagian garis pantai akan mengalami ketinggian gelombang yang sama. Selanjutnya, hasil model perlu dibandingkan dengan pengamatan muka air laut yang masuk dari sejumlah titik pemantauan.
Lima Kawasan Siaga Berada di NTT
NTT menjadi provinsi dengan wilayah Siaga paling banyak dalam pemutakhiran tersebut. Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Ende bagian utara, serta Sikka bagian utara masuk dalam kategori Siaga.
Sementara itu, tiga kawasan di Sulawesi Selatan yang masuk kategori sama adalah Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng.
Akibatnya, peringatan tsunami tidak hanya berfokus pada kawasan yang berada sangat dekat dengan episenter gempa di Nagekeo. Pemodelan BMKG juga menjangkau pesisir pulau dan provinsi lain berdasarkan potensi penjalaran gelombang.
Apa Arti Status Waspada Tsunami?
Sebaliknya, masyarakat di wilayah berstatus Waspada memperoleh arahan berbeda. BMKG meminta daerah dalam kategori tersebut memperhatikan perkembangan kondisi serta menjauh dari pantai dan tepian sungai selama peringatan masih berlaku.
Dalam penjelasan BMKG pada siaran pers awal, kategori Waspada berkaitan dengan hasil pemodelan tsunami di bawah 0,5 meter. Namun, masyarakat tetap perlu menaati arahan karena kondisi lokal pada setiap pesisir dapat berbeda.
Selain itu, keberadaan sungai yang terhubung dengan laut juga menjadi perhatian. Oleh karena itu, instruksi BMKG pada kategori Waspada tidak hanya meminta warga menjauhi garis pantai, tetapi juga tepian sungai.
14 Daerah Tersebar di Empat Provinsi
Sebanyak 14 wilayah Waspada tersebar di empat provinsi. NTT memiliki tiga daerah, yakni Pulau Ende, Pulau Sikka, serta Flores Timur bagian utara. Sementara itu, empat kawasan di NTB adalah Bima Pulau Sangiang, Bima Pulau Gili, Kota Bima bagian utara, serta Dompu bagian utara.
Sulawesi Tenggara memiliki satu kawasan Waspada, yakni Kota Bau-Bau. Selanjutnya, enam wilayah berada di Sulawesi Selatan, yaitu Takalar, Bone, Wajo, Luwu bagian timur, Luwu bagian utara, serta Kota Palopo.
Data tersebut sekaligus menunjukkan luasnya jangkauan pemodelan setelah gempa besar terjadi di kawasan Flores.
Tidak Ada Wilayah Berstatus Awas
Selain Siaga dan Waspada, sistem peringatan tsunami BMKG juga mengenal kategori Awas. Namun, dalam pemutakhiran gempa M7,7 Nagekeo tersebut tidak tercantum wilayah yang masuk kategori Awas. Metro TV juga melaporkan tidak ada daerah yang memperoleh status tersebut dalam daftar peringatan saat itu.
Menurut informasi BMKG, apabila suatu daerah memperoleh status Awas, pemerintah daerah diarahkan segera melakukan evakuasi menyeluruh. Sementara itu, kategori Siaga mengharuskan pemerintah mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi, sedangkan Waspada meminta masyarakat menjauhi pantai serta tepian sungai.
Tentu saja, status tersebut bersifat dinamis. Informasi dapat diperbarui sesuai analisis gempa, pemodelan, dan pengamatan muka air laut.
Gempa Awalnya Tercatat M7,0 lalu Diperbarui M7,7
Pada fase pertama, sistem BMKG mencatat gempa dengan magnitudo 7,0, berpusat sekitar 38 kilometer timur laut Mbay-Nagekeo pada kedalaman 10 kilometer. Peringatan Dini Tsunami pertama kemudian dirilis sekitar pukul 05.00 WIB.
Namun, setelah data gempa dianalisis lebih lanjut, BMKG memperbarui parameter menjadi magnitudo 7,7. Episenter diperbarui berada sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer.
Dengan demikian, perbedaan angka magnitudo yang muncul pada beberapa pemberitaan bukan menunjukkan dua gempa utama yang berbeda. Angka tersebut berasal dari pemutakhiran parameter untuk kejadian gempa yang sama.
Peringatan Pertama Keluar Sekitar Dua Menit Setelah Gempa
BMKG menyebut Peringatan Dini Tsunami pertama diterbitkan sekitar dua menit setelah gempa. Selanjutnya, Peringatan Dini kedua diterbitkan setelah analisis dan parameter gempa diperbarui.
Selain itu, BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan dan perubahan muka laut. Proses tersebut kemudian menghasilkan pemutakhiran wilayah Siaga dan Waspada serta data tsunami yang benar-benar terdeteksi melalui instrumen pengamatan.
Tsunami Benar-Benar Terdeteksi di Sejumlah Lokasi
Peringatan tsunami tidak berhenti pada hasil pemodelan. BMKG kemudian mencatat perubahan muka air laut di tujuh lokasi, yakni Sikka, Pelabuhan Kewapante-Sikka, Flores Timur, Labuan Bajo, Maurole-Ende, Dompu, serta Bakalang-Alor.
Mengenai ketinggiannya, perubahan muka laut tertinggi dalam pemutakhiran tersebut tercatat di Maurole-Ende, mencapai 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB. Selain itu, Kewapante-Sikka mencatat 0,38 meter dan Labuan Bajo sekitar 0,36 meter.
Informasi lebih rinci mengenai tinggi tsunami dapat dibaca dalam artikel pendamping Infaktual tentang tsunami 0,94 meter yang terdeteksi di Maurole-Ende setelah gempa M7,7 NTT.
Peringatan Tsunami Akhirnya Dinyatakan Berakhir
Namun, status Siaga dan Waspada tersebut tidak berlaku sepanjang hari. Setelah melakukan pemantauan dan evaluasi, BMKG menyatakan peringatan dini tsunami telah berakhir pada pukul 07.31.30 WIB, Sabtu pagi.
Metro TV News juga melaporkan berakhirnya peringatan yang sebelumnya diterbitkan setelah gempa M7,7 mengguncang Mbay-Nagekeo.
Oleh karena itu, daftar 22 wilayah dalam artikel ini harus dipahami sebagai rekaman status selama peringatan dini berlangsung, bukan peringatan aktif pada saat artikel diperbarui.
Jangan Sebarkan Daftar Lama Tanpa Menyertakan Waktu
Meskipun daftar wilayah Siaga dan Waspada tsunami penting sebagai dokumentasi kejadian, masyarakat perlu memperhatikan waktu penerbitan ketika membagikannya kembali.
Daftar yang diterbitkan pada pukul 05.00, 06.00, atau 06.28 WIB dapat menunjukkan kondisi yang berbeda dengan informasi setelah pukul 07.31 WIB. Akibatnya, tangkapan layar tanpa waktu penerbitan berpotensi membuat masyarakat mengira peringatan masih aktif.
Infaktual sebelumnya membahas cara memeriksa kebenaran berita gempa dan cuaca untuk membantu pembaca memilah informasi kebencanaan di tengah derasnya arus informasi media sosial. Indeks Infaktual memang memuat panduan pemeriksaan hoaks gempa serta informasi BMKG.
Pantau Gempa Melalui Kanal Resmi BMKG
Selain itu, masyarakat dapat menggunakan informasi resmi BMKG untuk mengikuti perkembangan gempa dan peringatan tsunami.
Infaktual juga memiliki referensi mengenai mitigasi bencana yang memuat panduan penggunaan aplikasi Info BMKG, keselamatan saat gempa, dan kesiapsiagaan bencana.
Sementara itu, pembaca yang membutuhkan referensi khusus tsunami dapat membuka halaman Info Tsunami Infaktual. Di dalamnya tersedia pembahasan mengenai status tsunami, pencabutan peringatan, serta mitigasi bagi masyarakat pesisir.
Selain itu, keluarga di wilayah pesisir dapat mempersiapkan perlengkapan darurat dengan membaca panduan menyusun Tas Siaga Bencana.
Status Peringatan Harus Dibaca Secara Kronologis
Pada akhirnya, wilayah Siaga dan Waspada tsunami setelah gempa M7,7 NTT mencapai 22 daerah dalam pemutakhiran BMKG, terdiri atas delapan wilayah Siaga dan 14 wilayah Waspada. Kawasan tersebut tersebar dari NTT dan NTB hingga Sulawesi Selatan serta Sulawesi Tenggara.
Namun, informasi kebencanaan selalu memiliki dimensi waktu. Status yang berlaku ketika tsunami masih berpotensi terjadi dapat dicabut setelah pengamatan menunjukkan ancaman telah berlalu. Dalam kasus gempa Nagekeo, BMKG menyatakan peringatan tsunami berakhir pada pukul 07.31.30 WIB.
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak hanya membaca nama wilayah dalam sebuah peringatan. Waktu penerbitan, tingkat status, sumber resmi, dan pembaruan terakhir harus diperiksa secara bersamaan agar keputusan keselamatan didasarkan pada informasi paling mutakhir.
Sumber dan Referensi
Sumber eksternal:
BMKG – Pemutakhiran Peringatan Dini Tsunami Gempa M7,7 Nagekeo
BMKG – Informasi Awal dan Siaran Pers Gempa Nagekeo
Metro TV News – Daftar Wilayah Status Siaga dan Waspada Tsunami
Liputan6 – BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami
Liputan6 – Daftar 14 Daerah Berstatus Waspada Tsunami
Internal link Infaktual:













