Gempa Simalungun M6,4 Tidak Berpotensi Tsunami, Ini Penjelasan BMKG
INFAKTUAL.COM – Gempa Simalungun tidak berpotensi tsunami. Kesimpulan tersebut disampaikan BMKG setelah gempa M6,4 terjadi pada Sabtu sore, 15 Agustus 2026.
BMKG Lakukan Pemodelan Tsunami
BMKG menyatakan hasil pemodelan tsunami menunjukkan gempa tersebut tidak memiliki potensi tsunami. Selain itu, episenter berada di daratan sekitar 11 kilometer tenggara Simalungun.
Gempa juga memiliki kedalaman 168 kilometer. Dengan demikian, karakter peristiwa tersebut berbeda dengan gempa besar dangkal yang sumbernya berada di bawah laut.
Berbeda dengan Gempa Nagekeo M7,7
Sebaliknya, gempa Nagekeo M7,7 pada hari yang sama berpusat di laut dan memicu peringatan tsunami sebelum akhirnya dihentikan BMKG. Infaktual telah merangkum kronologinya melalui artikel Gempa M7,7 Nagekeo NTT.
Selain itu, pembaca dapat melihat daftar wilayah Siaga dan Waspada tsunami sebagai pembanding bagaimana BMKG menangani gempa yang benar-benar menghasilkan peringatan tsunami.
Magnitudo Bukan Satu-satunya Penentu
Meskipun gempa Simalungun mencapai M6,4, magnitudo saja tidak menentukan ada atau tidaknya tsunami. Lokasi sumber, kedalaman, mekanisme patahan, dan hasil pemodelan menjadi bagian dari penilaian.
Pada akhirnya, masyarakat di Medan dan Sumatera Utara tidak menerima peringatan tsunami akibat gempa ini karena BMKG memastikan hasil pemodelannya tidak menunjukkan ancaman tersebut.
Sumber: BMKG













