infaktual.com – Harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia kembali menjadi perhatian masyarakat. Per 16 Maret 2026, sejumlah produk BBM baik subsidi maupun non-subsidi masih mengikuti penyesuaian harga yang dilakukan sejak awal Maret oleh operator energi di Tanah Air.
Penyesuaian harga ini terutama terjadi pada produk BBM non-subsidi seperti Pertamax series dan Dex series, sementara BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap berada pada harga yang sama di berbagai wilayah.
Kebijakan penyesuaian harga tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari fluktuasi harga minyak dunia hingga dinamika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Harga BBM Pertamina Terbaru
Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku di sejumlah wilayah Indonesia (kisaran wilayah Jawa dan sekitarnya):
| Jenis BBM | Harga per Liter |
|---|---|
| Pertalite | Rp10.000 |
| Biosolar | Rp6.800 |
| Pertamax | Rp12.300 |
| Pertamax Green 95 | Rp12.900 |
| Pertamax Turbo | Rp13.100 |
| Dexlite | Rp14.200 |
| Pertamina Dex | Rp14.500 |
Harga tersebut berlaku di sebagian besar wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Namun, harga di beberapa daerah dapat sedikit berbeda karena adanya kebijakan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) serta biaya distribusi.
Perbedaan Harga Antarwilayah
Di sejumlah provinsi di luar Pulau Jawa, harga BBM tertentu bisa lebih tinggi dibandingkan wilayah Jawa. Misalnya, harga Pertamax di beberapa daerah seperti Sumatera atau Kalimantan dapat mencapai sekitar Rp12.600 hingga Rp12.900 per liter.
Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
- biaya distribusi BBM ke wilayah tertentu
- kebijakan pajak daerah
- kondisi logistik dan infrastruktur energi
Meski demikian, pemerintah memastikan ketersediaan pasokan BBM tetap stabil di seluruh wilayah Indonesia.
Operator SPBU Selain Pertamina
Selain Pertamina, sejumlah operator SPBU lain seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo juga melakukan penyesuaian harga BBM sejak awal Maret 2026.
Beberapa produk bensin beroktan tinggi dari operator tersebut berada pada kisaran harga sekitar Rp12.300 hingga Rp12.900 per liter, sedangkan diesel premium berada di kisaran Rp14.600 per liter.
Penyesuaian harga ini merupakan kebijakan masing-masing operator dengan mempertimbangkan harga minyak mentah global dan kondisi pasar energi domestik.
Harga BBM Subsidi Masih Stabil
Sementara itu, dua jenis BBM subsidi yaitu Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan harga hingga pertengahan Maret 2026.
Pertalite masih dijual sekitar Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar berada pada kisaran Rp6.800 per liter di berbagai SPBU.
Stabilnya harga BBM subsidi tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat serta mendukung sektor transportasi dan logistik.




























