Dalam kalangan remaja, terutama Generasi Z, soft saving menjadi tren menabung yang sangat dibahas. Metode menabung yang baru ini lebih nyaman dan fleksibel daripada metode menabung konvensional.
Pengertian Soft Saving
Soft saving adalah cara menabung yang santai dan fleksibel di mana seseorang lebih memprioritaskan keuangan untuk memperbaiki diri dan kesehatan daripada khawatir tentang keuangan di masa depan. Dibandingkan dengan metode konvensional, pelaku soft saving biasanya menyisihkan 10–20 persen dari penghasilan bulanan untuk menabung.
Fenomena soft saving berawal dari tren soft life yang populer di media sosial. Baik soft saving maupun soft live sama-sama memprioritaskan pengalaman, perawatan diri, dan pembelanjaan uang untuk kepuasan diri dan kesehatan mental, menolak kekhawatiran yang berlebihan tentang masa depan.
Tren ini muncul di Indonesia dan telah menyebar ke berbagai negara di seluruh dunia sebagai tanggapan Generasi Z terhadap tekanan keuangan yang meningkat.
Manfaat Soft Saving
Meskipun terkesan kurang serius dalam menabung, soft saving tetap memiliki beberapa manfaat positif bagi pengelolaan keuangan pribadi.
1. Mengurangi Stres Finansial
Soft saving membantu mengurangi stres finansial karena memberikan fleksibilitas untuk menabung tanpa tekanan atau kewajiban yang berat. Tanpa menetapkan target tabungan khusus, seseorang dapat menyesuaikan jumlah tabungan mereka sesuai dengan kemampuan mereka saat ini. Kondisi seperti ini membuat menabung lebih mudah. Kamu dapat melakukannya tanpa membebani tujuan keuangan yang akan datang.
2. Membangun Kebiasaan Menabung
Manfaat besar dari soft saving adalah membangun kebiasaan menabung yang positif dan berkelanjutan. Menabung jumlah kecil secara teratur akan membangun kebiasaan menabung. Setelah terbiasa menabung secara teratur, kamu akan merasa lebih tanggung jawab terhadap keuangan sendiri dan akan memiliki kemampuan untuk mengontrol diri sendiri untuk mengurangi belanja impulsif.
3. Fleksibilitas dalam Pengeluaran
Soft saving memungkinkan kamu mengendalikan pengeluaran sambil mempertahankan kegiatan atau gaya hidup yang menyenangkan. Dengan menetapkan target tabungan yang realistis sesuai dengan keadaan keuangan seseorang, mereka dapat menikmati hidup saat ini tanpa khawatir tentang masa depan.
4. Keseimbangan Finansial dan Gaya Hidup
Menjaga keseimbangan antara kebutuhan finansial dan gaya hidup yang sehat adalah aspek penting dari pendekatan soft saving. Soft saving memungkinkan pelakunya untuk menyesuaikan pola menabung dengan prioritas hidup, seperti liburan atau kegiatan sosial, tanpa merasa terbebani oleh tekanan keuangan.
Dampak Negatif Soft Saving
Terlepas dari berbagai manfaat tersebut, metode soft saving tetap memberikan dampak negatif yang perlu dipertimbangkan, terutama untuk jangka panjang.
1. Kehilangan Peluang Investasi
Investasi sejak dini memberikan manfaat yang besar bagi keuangan di masa depan. Banyak penasihat finansial menyarankan untuk mulai berinvestasi semuda mungkin karena investasi tidak hanya memberikan simpanan uang, tetapi juga keuntungan yang membuat uang bertambah. Aplikasi soft saving dengan porsi menabung yang kecil akan membuat seseorang kehilangan kesempatan mendapat manfaat investasi. Jika ada uang yang disisihkan untuk investasi, jumlahnya terlalu kecil sehingga keuntungan yang diperoleh juga rendah.
2. Risiko Hidup dari Gaji ke Gaji
Soft saving tidak berarti sama sekali tidak menabung, namun jumlah dan porsi yang dialokasikan sangat kecil. Selain itu, pendekatan ini juga cenderung menghindari penetapan tujuan finansial tertentu di masa depan. Menerapkan soft saving yang mengedepankan pemenuhan gaya hidup berpotensi membuat seseorang hidup dari gaji ke gaji tanpa tabungan yang berarti. Pada akhirnya, dana darurat yang tersedia tidak cukup sebagai pengaman ketika terjadi masalah di kemudian hari.
