Daftar Kendaraan yang Tidak Boleh Pakai Barcode Pertamina Subsidi
Pemerintah memperketat klasifikasi penerima bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada tahun 2026. Sebab, dana subsidi harus menyentuh masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi saja. Oleh karena itu, muncul daftar kendaraan dilarang pakai barcode pertamina untuk jenis Pertalite dan Biosolar. Maka, simaklah kriteria kendaraan yang tidak lagi memiliki hak mendapatkan bantuan harga tersebut.
Sebenarnya, aturan ini menitikberatkan pada spesifikasi mesin dan harga jual kendaraan. Namun, banyak pemilik mobil mewah tetap mencoba mendaftar melalui aplikasi MyPertamina. Berikut adalah daftar jenis kendaraan yang akan menerima penolakan otomatis dari sistem pusat.
1. Mobil Penumpang dengan Kapasitas Mesin Besar
Pemerintah menetapkan batasan kapasitas mesin sebagai syarat utama penerima subsidi. Mobil yang memiliki mesin di atas 1.400 CC kini tidak bisa lagi mengonsumsi Pertalite. Sebab, kendaraan dengan mesin besar memiliki harga beli yang cukup tinggi. Maka, sistem akan langsung membatalkan pengajuan barcode jika data STNK menunjukkan angka CC yang tinggi.
Baca Juga: Cara Registrasi Barcode Pertamina 2026: Syarat dan Panduan Lengkap
2. Mobil Mewah dan Kendaraan Impor Premium
Klasifikasi mobil mewah tidak hanya berdasar pada kapasitas mesin semata. Sebab, beberapa mobil keluaran terbaru memiliki mesin kecil namun memiliki harga jual yang sangat mahal. Pemerintah mencatat merek dan tipe mobil premium tersebut ke dalam basis data blokir. Langkah ini mencegah anggaran negara membiayai operasional kendaraan milik warga yang sudah mampu secara finansial.
3. Kendaraan Operasional Milik Instansi Pemerintah
Mobil dinas yang menggunakan plat merah tidak boleh menggunakan BBM bersubsidi. Sebab, anggaran operasional instansi pemerintah sudah mencakup biaya pembelian BBM non-subsidi. Petugas SPBU akan langsung menolak jika melihat kendaraan plat merah mengantre di pompa Pertalite. Bahkan, sistem pendaftaran tidak akan menerbitkan QR Code untuk nomor polisi kategori dinas.
4. Sepeda Motor dengan Kapasitas Mesin di Atas 250 CC
Pembatasan subsidi juga menyasar para pemilik kendaraan roda dua berkapasitas besar. Motor dengan mesin 250 CC ke atas sudah tidak boleh lagi membeli Pertalite. BPH Migas menganggap pemilik motor besar sebagai kelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi. Akhirnya, kebijakan ini memaksa para pengendara beralih ke BBM berkualitas tinggi seperti Pertamax.
Kesimpulan
Akhirnya, kebijakan pembatasan ini bertujuan untuk menyehatkan anggaran energi nasional. Sebab, keadilan dalam distribusi subsidi adalah kunci utama kesejahteraan rakyat. Maka dari itu, mari kita gunakan jenis bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan kita masing-masing.
Apakah kendaraan Anda masuk ke dalam daftar yang tidak berhak mendapatkan subsidi? Ayo bagikan tanggapan Anda mengenai kebijakan ini pada kolom komentar. Anda juga bisa mengecek daftar lengkap tipe mobil yang dilarang di laman Pertamina. Selamat berkendara dan tetaplah bijak di jalan raya!




























