Syarat Sah Hilal Terlihat: Mengenal Kriteria Baru MABIMS 2026
Infaktual.com – Penentuan hari raya Idulfitri tahun 2026 kini memiliki standar ilmiah yang sangat ketat. Sebab, para menteri agama di Asia Tenggara telah menyepakati sebuah aturan bersama. Aturan tersebut bernama kriteria MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Oleh karena itu, Anda perlu memahami mengapa kriteria hilal MABIMS menjadi rujukan utama dalam Sidang Isbat.
Sebenarnya, kriteria ini bertujuan untuk menyatukan perbedaan penentuan awal bulan Hijriah. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami angka-angka teknis di dalamnya. Berikut adalah penjelasan sederhana mengenai syarat sah terlihatnya hilal menurut kesepakatan terbaru.
1. Batas Minimal Ketinggian Hilal 3 Derajat
Pemerintah menetapkan bahwa posisi hilal harus berada minimal pada ketinggian 3 derajat di atas cakrawala. Sebab, cahaya sisa matahari akan menenggelamkan hilal jika posisinya terlalu rendah. Maka, tim ahli astronomi harus memastikan bulan sudah cukup tinggi saat matahari terbenam. Jika posisi bulan di bawah angka tersebut, maka rukyatul hilal dianggap tidak memenuhi syarat secara ilmiah.
Baca Juga: Hasil Pemantauan Hilal Lebaran 2026: Kapan 1 Syawal 1447 H Ditetapkan?
2. Jarak Sudut Elongasi Minimal 6,4 Derajat
Selain ketinggian, kriteria MABIMS juga mengatur jarak sudut antara bulan dan matahari (elongasi). Para ahli menetapkan angka minimal 6,4 derajat agar hilal memiliki ketebalan cahaya yang cukup. Sebab, elongasi yang terlalu kecil akan membuat hilal sangat sulit tertangkap oleh kamera maupun mata telanjang. Maka, perpaduan antara tinggi dan elongasi ini menjadi syarat mutlak keabsahan sebuah laporan rukyat.
3. Alasan Ilmiah di Balik Kriteria Baru
Kriteria lama MABIMS sebelumnya hanya mensyaratkan tinggi 2 derajat saja. Namun, data astronomi modern menunjukkan bahwa hilal sangat jarang bisa terlihat pada posisi serendah itu. Oleh sebab itu, pemerintah menaikkan standar menjadi lebih rasional dan akurat. Hasilnya, potensi klaim palsu dalam melihat hilal bisa kita hindari dengan sangat efektif.
4. Peran Sidang Isbat dalam Menentukan Hasil
Seluruh data dari lapangan akan masuk ke ruang Sidang Isbat untuk melalui tahap verifikasi. Menteri Agama akan mendengarkan masukan dari pakar astronomi dan tokoh organisasi masyarakat. Kementerian Agama menjamin bahwa proses ini sangat transparan dan akuntabel. Akhirnya, keputusan pemerintah memberikan kepastian hukum bagi seluruh umat Muslim dalam merayakan Lebaran 2026.
Kesimpulan
Akhirnya, kriteria MABIMS adalah jembatan antara dalil agama dan pembuktian sains. Sebab, ibadah yang tertib membutuhkan pedoman yang jelas dan terukur. Maka dari itu, mari kita dukung upaya pemerintah dalam menyatukan hari kemenangan tahun ini.
Apakah Anda merasa kriteria 3 derajat ini sudah cukup ideal? Ayo tuliskan opini atau pertanyaan Anda pada kolom komentar. Anda juga bisa menyimak ulasan mendalam mengenai ilmu falak di laman Lembaga Falakiyah NU atau Majelis Tarjih Muhammadiyah. Selamat menanti hasil keputusan dengan penuh rasa syukur!



























